Leave a comment

free counters
Free counters

CONTOH PERENCANAAN PENYULUHAN

Leave a comment

PERENCANAAN PENYULUHAN

TENTANG GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)

DI DESA JERONGKO KEC. UTAN KAB. SUMBAWA BESAR

 

 

Judul:  GANGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM PADA ANAK-ANAK     

 

                       

Gangguan akibat kekurangan iodium (iodine deficiency disorder) adalah gangguan tubuh yang disebabkan oleh kekurangan iodium sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid mengakibatkan timbul gondok, hipotiroid, kretin, gangguan reproduksi, kematian bayi dan keterbelakangan mental. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) adalah sekumpulan  gejala atau kelainan yang ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan iodium secara terus – menerus dalam waktu yang lama yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup (manusia dan hewan) (DepKes RI, 1996).

Kekurangan Iodium  (GAKI) merupakan masalah yang serius mengingat dampaknya secara langsung  mempengaruhi kelangsungan hidup dan kulitas manusia.  Kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah dampak defisiensi iodium adalah wanita usia subur (WUS) ; ibu hamil ; anak balita dan anak usia sekolah.

 

Topik:

      Dampak Kekurangan Yodium Pada Anak-anak

I. Mengenal Masalah, Masyarakat dan Wilayah

    1)      Mengenal Masalah

             Penyebab Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) pada anak adalah:

             1. Kurangnya asupan yodium.

              2. Disebabkan polutan dan penggunaan kontrasepsi

              3. Terlalu banyak mengonsumsi sayuran yang mengandung zat goitrogenik. seperti     singkong, pete, dan jengkol.

              4. Adanya keberadaan blocking agent dalam tanah. Blocking agent adalah zat tertentu seperti zat besi dan kalsium berlebihan yang kemudian mengikat yodium dalam air tanah, sehingga pada air yang diminum kadar yodiumnya rendah.

 

Hal-hal negative yang mungkin timbul, antara lain:

  1. Tidak tepatnya penggunaan garam beryodium (dalam pemasakan), yang dapat menyebabkan kandungan yodium dalam garam hilang.
  2. Adanya perubahan distribusi konsumsi makanan dalam keluarga.

 

2)      Mengenal Masyarakat

Di desa Jerongko tingkat pendidikan ibu-ibu dan orang tua lainnya rata-rata tamatan SMA keatas. Sehingga dalam penyampaian penyuluhan disampaikan dengan media-media yang mendukung.

Hal-hal yang dapat menghambat perubahan prilaku masyarakat di Jerongko Utan kab. Sumbawa antara lain :

  1. Tingkat pendidikan yang rendah.
  2. Tingkat pengetahuan yang rendah tentang masalah kesehatan.
  3. Keadaan ekonomi masyarakat yang tidak memadai.
  4. Adanya kebiasaan makan yang kurang menguntungkan ditinjau dari segi gizi dalam hal ini terutama makanan yang mengandung yodium.

 

3)      Mengenal Wilayah

Keadaan lingkungan di desa Jerongko ini dekat dengan jalan, sebagai jalur lalu lintas. Banyak sekali asap-asap motor, polutan. Di daerah ini banyak terdapat anak-anak sekolah, bayi dan balita. Oleh karena itu, penyuluhan sangat dibutuhkan di daerah ini agar dapat memberikan gambaran tentang pentingnya yodium bagi tubuh.

 

II. Menentukan Prioritas

            Dari beberapa permasalahan kesehatan masyarakat yang ada saat ini diambil topik mengenai ”Gangguan Akibat Kekurangan Yodium Pada Anak.”

 

III. Menentukan Tujuan Penyuluhan

       A. Tujuan Umum

                Mencegah terjadinya defisiensi/kekurangan yodium pada anak-anak.

        B. Tujuan Khusus

              1. Ibu-ibu dan anak-anak dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan GAKY.

               2. Ibu dan anak dapat menyebutkan makanan yang mengandung yodium.

                3. Ibu dan anak-anak mau mengkonsumsi makanan yang mengandung yodium atau kapsul minyak beryodium.

                 4. Ibu-ibu dapat merubah dan menerapkan cara penggunaan garam beryodium dengan benar pada proses pemasakan.

                 5.Masyarakat dapat mengetahui pentingnya yodium bagi tubuh dan kesehatan.

 

IV. Menentukan Sasaran Penyuluhan

Sasaran penyuluhan adalah ibu-ibu rumah tangga yang berada di wilayah Jerongko Kec.Utan Kab.Sumbawa Besar.

 

V. Menentukan Isi Penyuluhan

Isi penyuluhan yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan yaitu:

  1. Pengertian GAKY
  2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah GAKY.
  3. Akibat Gaky pada anak
  4. Kebutuhan yodium
  5. Sumber makanan yang mengandung yodium.
  6. Cara penggunaan garam beryodium dengan benar pada saat proses pemasakan.
  7. Cara mengetahui mutu garam beryodium.

 

VI. Menentukan Metode Penyuluhan

    1. Ceramah
    2. Tanya Jawab

VII. Menentukan Media penyuluhan

    1. Leaflet
    2. Poster
    3. Gambar sumber makanan yodium/food model

 VIII. Membuat Rencana Evaluasi

Yang akan dievaluasi pada penyuluhan ini adalah pengetahuan dan partisipasi sasaran penyuluhan. Cara evaluasi adalah melihat partisipasi aktif maupun waktu proses penyuluhan berlangsung, mengecek kembali pengetahuan sasaran dengan memeberikan pertanyaan secara lisan.

IX. Membuat Rencana Jadwal Pelaksanaan

Penyuluhan akan dilaksanakan setiap hari minggu pada masing-masing RT yang berbeda selama dua bulan setengah dengan alokasi waktu 50 menit. Tempat pelaksanaan penyuluhan adalah halaman rumah masing-masing ketua RT. Penyuluhan akan dilaksanakan oleh mahasiswa Gizi Semester III.

 

Semoga bermanfaat buat semua yang membacanya,, ^_^

“HYPERNATREMIA”

Leave a comment

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Hipernatremia dan hiponatremia sering terjadi pada usia lanjut. Hipernatremia pada usia lanjut paling sering disebabkan oleh kombinasi dari asupan cairan yang tidak adekuat dan bertambahnya kehilangan asupan kehilangan cairan. Gangguan mekanisme dari rasa haus dan hambatan akses terhadap cairan (sekunder dari gangguan mobilitas atau menelan) terus berkontribusi dalam timbulnya hipernatremia pada usia lanjut selain adanya keterlambatan eskresi natrium. Kehilangan air murni pada keadaan demam, hiperventilasi dan diabetes insipidus. Lebih sering, kehilngan airhipoteonik disebabkan oleh problem saluran cerna. , luka bakar, terapi diuretika atau dieresis osmotic. Seringkali deteksi hipernatremia pada usia lanjut terlambat dilakukan sehingga usia lanjut yang lemah dapat jatuh pada keadaan hipernatremia yang bermakna.

Pada penderita dengan demensia sangat mudah mengalami hipernatremia karena penurunan rasa haus, gangguan kemampuan untuk meminta air karenan penurunanrasa haus, gangguan kemampuan untuk meminta air dan mungkin, rendahnya kadar vasopressin. Penyebab penting lainnya adalah hiperkalsemia yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan sel pada gelung Henle dan berinteraksi dengan vasopressin pada tingkat duktus kolektus. Hipokalemia yang bermakna juga dapat menyebabkan hipernatremia.

Hipernatremia paling sering terjadi pada usia lanjut. Pada orang tua biasanya rasa haus lebih lambat terbentuk dan tidak begitu kuat dibandingkan dengan anak muda. Usia lanjut yang hanya mampu berbaring di tempat tidur saja atau yang mengalami demensia (pilkun), mungkin tidak mampu untuk mendapatkan cukup air walaupun saraf-saraf harusnya masih berfungsi

 

 

 

1.2       Tujuan

1. Dapat mengetahui definisi hipernatremia

2. Dapat mengetahui ciri-ciri hipernatremia

3. Dapat mengetahui penyebab hipernatremia

4. Dapat mengetahui gejala, diagnose, dan pengobatan hipernatremia

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Pengertian

Hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana kadar natrium dalam darah lebih dari 145 mEq/L darah.

 

Hipernatremia atau hypernatraemia adalah sebuah gangguan elektrolit yang didefinisikan oleh tingkat natrium tinggi dalam darah. Hipernatremia  ini umumnya tidak disebabkan oleh kelebihan natrium, melainkan dengan defisit relatif gratis air dalam tubuh. Untuk alasan ini, hipernatremia sering sinonim dengan istilah dehidrasi.

 

Air hilang dari tubuh dalam berbagai cara, termasuk keringat, kerugian insensible dari bernapas, dan dalam tinja dan urin. Jika jumlah air yang tertelan secara konsisten berada di bawah jumlah air yang hilang, tingkat natrium serum akan mulai meningkat, yang mengarah ke hipernatremia. Jarang, hipernatremia dapat disebabkan oleh konsumsi garam besar, seperti yang mungkin terjadi dari minum air laut.

 

Biasanya, bahkan peningkatan kecil di konsentrasi natrium serum di atas hasil batas normal pada sensasi kuat haus, peningkatan asupan air bebas, dan koreksi abnormalitas. Oleh karena itu, hipernatremia paling sering terjadi pada orang-orang seperti bayi, yang dengan status mental terganggu, atau orang tua, yang mungkin memiliki mekanisme haus utuh tetapi tidak dapat meminta atau mendapatkan air.

Natrium adalah salah satu elektrolit yang amat dibutuhkan tubuh untuk menjaga metabolisme tubuh. Salah satu fungsi elektrolit ini adalah untuk kontraksi dan pergerakan manusia, dan juga untuk menjaga cairan tubuh karena fungsi dari natrium ini yang dapat menarik air.

Hipernatremia dan hiponatremia sering terjadi pada usia lanjut. Hpernatremia pada usia lanjut paling sering disebabkan oleh kombinasi dari asupan cairan yang tidak adekuat dan bertambahnya kehilangan asupan kehilangan cairan. Gangguan mekanisme dari rasa haus dan hambatan akses terhadap cairan (sekunder dari gangguan mobilitas atau menelan) terur berkontribusi dalam timbulnya hipernatremia pada usia lanjut selain adanya keterlambatan eskresi natrium. Kehilangan air murni pada keadaan demam, hiperventilasi dan diabetes insipidus. Lebih sering, kehilngan airhipoteonik disebabkan oleh problem saluran cerna. , luka bakar, terapi diuretika atau dieresis osmotic. Seringkali deteksi hipernatremia pada usia lanjut terlambat dilakukan sehingga usia lanjut yang lemah dapat jatuh pada keadaan hipernatremia yang bermakna. Pada penderita dengan demensia sangat mudah mengalami hipernatremia karena penurunan rasa haus, gangguan kemampuan untuk meminta air karenan penurunanrasa haus, gangguan kemampuan untuk meminta air dan mungkin, rendahnya kadar vasopressin. Penyebab penting lainnya adalah hiperkalsemia yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan sel pada gelung Henle dan berinteraksi dengan vasopressin pada tingkat duktus kolektus. Hipokalemia yang bermakna juga dapat menyebabkan hipernatremia.

 

2.2       Pembagian Hypernatremia

Hipernatremia (natrium serum di atas 150 mEq/L) merupakan gangguan elektrolit yang lazim dijumpai pada pasien di bangsal perawatan dan unit rawat intensif. Pasien hipernatremia dikelompokkan dalam 3 kategori:

1)      Ringan, kadar serum 151 sampai 155 mEq/L;

2)      Moderate, 156 sampai 160 mEq/L; dan

3)      Berat, di atas 160 mEq/L.

Kategori ini walau terkesan ditentukan sepihak, berasal dari rekomendasi Bingham and the Brain Trauma Foundation. Walaupun ada pasien dengan usia lanjut, gangguan mental dan penghuni panti wreda masuk rumah sakit dengan hipernatremia, pada kebanyakan kasus, hipernatremia berkembang selama perawatan. Biasanya hipernatremia diakibatkan oleh kehilangan air bebas (renal, enteral, dan insensible) yang disertai kurangnya asupan air bebas (gangguan mekanisme haus atau sukar mendapatkan air) serta terapi yang tidak tepat dengan cairan isotonik. Pasien rawat-inap dengan hipernatremia memiliki angka kematian lebih tinggi (40%-60%) dibandingkan pasien tanpa hipernatremia ketika masuk rumah sakit. Kekerapan yang dilaporkan pada populasi rumah sakit berkisar antara 0.3% sampai 3.5% . Pasien yang masuk ICU lebih sering mengalami hipernatremia dibandingkan pasien bangsal. Karena hipernatremia sering merupakan kondisi iatrogenik yang terkait dengan mortalitas tinggi, beberapa ahli telah menyimpulkan bahwa ini bisa dipandang sebagai indikator dari kualitas perawatan. Pasien sakit kritis dengan penyakit neurologi atau bedah saraf memiliki banyak faktor yang membuat mereka lebih rentan mengalami hipernatremia. Mereka sering memiliki mekanisme haus yang terganggu karena berubahnya kesadaran atau penyakit sistem saraf yang mempengaruhi persepsi haus.

Pasien-pasien ini mungkin juga mengidap diabetes insipidus akibat disfungsi hipofisis atau hipotalamus. Meningkatnya insensible loss akibat demam juga merupakan faktor kontribusi. Lebih penting lagi, pada pasien dengan edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial, hipernatremia sering merupakan akibat dari penggunaan diuretik osmotik (mannitol) atau salin hipertonik. Hipernatremia mungkin memiliki peran terapeutik pada pasien yang mendapat terapi osmotik. Pada orang dewasa dengan edema serebral pasca bedah atau pasca trauma yang diterapi dengan NaCl; 3%, penurunan tekanan intrakranial telah diperlihatkan berkorelasi dengan kenaikan kadar serum. Pada pasien anak dengan trauma kepala yang diterapi dengan salin hipertonik, hipernatremia berkorelasi dengan kontrol yang lebih baik terhadap tekanan intrakranial tanpa efek samping bermakna. Kendati demikian, hipernatremia juga telah ditunjukkan berhubungan dengan disfungsi ginjal pada populasi ini. Jadi, pada pasien yang mendapat terapi osmotik, kadar natrium serum yang ideal sering sukar ditetapkan. Di satu sisi, hipernateremia mungkin bermanfaat dalam mengendalikan tekanan intrakranial. Di sisi lain, berdasarkan kajian-kajian yang dilaksanakan di basal penyakit dalam-bedah dan ICU, hipernatremia diikuti dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas.

Dalam memberikan terapi osmotik yang baik, perlu diantisipasi dampak hipernatremia terhadap mortalitas pada populasi khusus ini. Juga penting ditentukan ambang sampai mana kadar natrium serum bisa ditinggikan dengan aman. Hubungan antara hipernatremia dan mortalitas pada pasien ini belum pernah dikaji sebelumnya.

 

2.3       Ciri-ciri Hipernatremia

  • Selalu menunjukkan dehidrasi seluler
  • Pada kebanyakan kasus, penyebab adalah net water loss.
  • Overloading natrium (Meylon) juga bisa menjadi penyebab
  • Lebih sering pada bayi dan lansia. Pada lansia gejala belum terlihat sebelum kadar > 160 mmol/L
  • Pada hipernatremia akut (terjadi dalam beberapa jam), laju penurunan yg dianjurkan 1 mmol/L/jam. Pada hipernatremia kronis, laju koreksi adalah 0.5 mmol/L/jam untuk mencegah edema serebral. Lebih tepatnya adalah 10 mmol/L/24jam.
  • Kebutuhan obligatorik (rumatan) juga harus ditambahkan. Sebagai contoh volume untuk koreksi 2.1 L dan rumatan 1.5 L maka dalam sehari diberikan 3.6 L atau 150 ml/jam.

 
   2.4    Beberapa pertimbangan sebelum mengoreksi Hipernatremia:

  • Hipernatremia selalu menunjukkan dehidrasi seluler
  • Pada kebanyakan kasus, penyebabnya adalah kehilangan air bebas (misal setelah pemberian manitol)
  • Pemberian beban natrium berlebihan (Meylon) juga bisa menjadi faktor kontribusi
  • Hipernatremia lebih berbahaya pada bayi, pasien usia lanjut dan pasien neurologi. Pada lansia gejala belum muncul sebelum kadar natrium melewati 160 mmol/L
  • Pada hipernatremia akut (yang terjadi dalam beberapa jam), laju penurunan yang dianjurkan adalah 1 mmol/L/jam. Pada hipernatremia kronik, laju koreksi adalah 0.5 mmol/L/jam untuk menghindari edema serebral. (lebih tepatnya 10 mmol/L/24 jam)
  • Kebutuhan rumatan obligat perlu ditambahkan.
  • Pada prinsipnya 1 L larutan yang mengandung natrium akan menaikkan atau menurunkan kadar Na+ plasma
  • Besarnya perubahan kadar Na+ plasma bisa dihitung dengan rumus:

Na+ larutan infus – Na+ serum
________________________

Air tubuh + 1

Air tubuh pada dewasa adalah 60% berat badan, sedangkan pada anak 70% berat badan

 

2.5       Penyebab

Pada hipernatremia, tubuh mengandung terlalu sedikit air dibandingkan dengan jumlah natrium. Konsentrasi natrium darah biasanya meningkat secara tidak normal jika kehilangan cairan melampaui kehilangan natrium, yang biasanya terjadi jika minum terlalu sedikit air. Konsentrasi natrium darah yang tinggi secara tidak langsung menunjukkan bahwa seseorang tidak merasakan haus meskipun seharusnya dia haus, atau dia haus tetapi tidak dapat memperoleh air yang cukup untuk minum.

 

Hipernatremia juga terjadi pada seseorang dengan:

- fungsi ginjal yang abnormal

- diare

- muntah

- demam

- keringat yang berlebihan.

 

Hipernatremia paling sering terjadi pada usia lanjut. Pada orang tua biasanya rasa haus lebih lambat terbentuk dan tidak begitu kuat dibandingkan dengan anak muda.

 

Usia lanjut yang hanya mampu berbaring di tempat tidur saja atau yang mengalami demensia (pilkun), mungkin tidak mampu untuk mendapatkan cukup air walaupun saraf-saraf hausnya masih berfungsi.

 

Selain itu, pada usia lanjut, kemampuan ginjal untuk memekatkan air kemih mulai berkurang, sehingga tidak dapat menahan air dengan baik. Orang tua yang minum diuretik, yang memaksa ginjal mengeluarkan lebih banyak air, memiliki resiko untuk menderita hipernatremia, terutama jika cuaca panas atau jika mereka sakit dan tidak minum cukup air.

 

Hipernatemia selalu merupakan keadaan yang serius, terutama pada orang tua. Hampir separuh dari seluruh orang tua yang dirawat di rumah sakit karena hipernatremia meninggal. Tingginya angka kematian ini mungkin karena penderita juga memiliki penyakit berat yang memungkinkan terjadinya hipernatremia.

 

Hipernatremia dapat juga terjadi akibat ginjal mengeluarkan terlalu banyak air, seperti yang terjadi pada penyakit diabetes insipidus. Kelenjar hipofisa mengeluarkan terlalu sedikit hormon antidiuretik (hormon antidiuretik menyebabkan ginjal menahan air) atau ginjal tidak memberikan respon yang semestinya terhadap hormon. Penderita diabetes insipidus jarang mengalami hiponatremia jika mereka memiliki rasa haus yang normal dan minum cukup air.

 

Tubuh kita ini adalah ibarat suatu jaringan listrik yang begitu kompleks, didalamnya terdapat beberapa ‘pembangkit’ lokal seperti jantung, otak dan ginjal. Juga ada ‘rumah-rumah’ pelanggan berupa sel-sel otot. Untuk bisa mengalirkan listrik ini diperlukan ion-ion yang akan mengantarkan ‘perintah’ dari pembangkit ke rumah-rumah pelanggan. Ion-ion ini disebut sebagai elektrolit. Ada dua tipe elektrolit yang ada dalam tubuh, yaitu kation (elektrolit yang bermuatan positif) dan anion (elektrolit yang bermuatan negatif). Masing-masing tipe elektrolit ini saling bekerja sama mengantarkan impuls sesuai dengan yang diinginkan atau dibutuhkan tubuh.

 

Beberapa contoh kation dalam tubuh adalah Natrium (Na+), Kaalium (K+), Kalsium (Ca2+), Magnesium (Mg2+). Sedangkan anion adalah Klorida (Cl-), HCO3-, HPO4-, SO4-. Dalam keadaan normal, kadar kation dan anion ini sama besar sehingga potensial listrik cairan tubuh bersifat netral. Pada cairan ektrasel (cairan diluar sel), kation utama adalah Na+ sedangkan anion utamanya adalah Cl-.. Sedangkan di intrasel (di dalam sel) kation utamanya adalah kalium (K+).

 

Disamping sebagai pengantar aliran listrik, elektrolit juga mempunyai banyak manfaat, tergantung dari jenisnya. Contohnya :

Ø  Natrium     : fungsinya sebagai  penentu utama osmolaritas dalam darah dan pengaturan volume ekstra sel.

Ø  Kalium       : fungsinya mempertahankan  membran potensial elektrik dalam tubuh.

Ø  Klorida      : fungsinya mempertahankan tekanan osmotik, distribusi air pada berbagai cairan tubuh dan keseimbangan anion dan kation dalam cairan ekstrasel.

Ø  Kalsium     : fungsi utama kalsium adalah sebagai penggerak dari otot-otot, deposit utamanya berada di tulang dan gigi, apabila diperlukan, kalsium ini dapat berpindah ke dalam darah.

Ø  Magnesium : Berperan penting dalam aktivitas elektrik jaringan, mengatur pergerakan Ca2+ ke dalam otot serta memelihara kekuatan kontraksi jantung dan kekuatan pembuluh darah tubuh.

Tidak semua elektrolit akan kita bahas, hanya kalium dan natrium yang akan kita bahas. Ada dua macam kelainan elektrolit yang terjadi kadarnya terlalu tinggi (hiper) dan kadarnya terlalu rendah (hipo). Peningkatan kadar konsentrasi Natrium dalam plasma darah atau disebut hipernatremia akan mengakibatkan kondisi tubuh terganggu seperti kejang akibat dari gangguan listrik di saraf dan otot tubuh. Natrium yang juga berfungsi mengikat air juga mengakibatkan meningkatnya tekanan darah yang akan berbahaya bagi penderita yang sudah menderita tekanan darah tinggi. Sumber natrium berada dalam konsumsi makanan sehari-hari kita; garam, sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung elektrolit termasuk natrium.

Banyak kondisi yang mengakibatkan meningkatnya kadar natrium dalam plasma darah. Kondisi dehidrasi  akibat kurang minum air, diare, muntah-muntah, olahraga berat, sauna menyebabkan tubuh kehilangan banyak air sehingga darah menjadi lebih pekat dan kadar natrium secara relatif juga meningkat. Adanya gangguan ginjal seperti pada penderita Diabetes dan Hipertensi juga menyebabkan tubuh tidak bisa membuang natrium yang berlebihan dalam darah. Makan garam berlebihan serta penyakit yang menyebabkan peningkatan berkemih (kencing) juga meningkatkan kadar natrium dalam darah.

Sedangkan hiponatremia atau menurunnya kadar natrium dalam darah dapat disebabkan oleh kurangnya diet makanan yang mengandung natrium, sedang menjalankan terapi dengan obat diuretik (mengeluarkan air kencing dan elektrolit), terapi ini biasanya diberikan dokter kepada penderita hipertensi dan jantung, terutama yang disertai bengkak akibat tertimbunnya cairan. Muntah-muntah yang lama dan hebat juga dapat menurunkan kadar natrium darah, diare apabila akut memang dapat menyebabkan hipernatremia tapi apabila berlangsung lama dapat mengakibatkan hiponatremia, kondisi darah yang terlalu asam (asidosis) baik karena gangguan ginjal maupun kondisi lain misalnya diabetes juga dapat menjadi penyebab hiponatremia. Akibat dari hiponatremia sendiri relatif sama dengan kondisi hipernatremia, seperti kejang, gangguan otot dan gangguan syaraf.

Disamping natrium, elektrolit lain yang penting adalah kalium. Fungsi kalium sendiri mirip dengan natrium, karena kedua elektrolit ini ibarat kunci dan anak kunci yang saling bekerja sama baik dalam mengatur keseimbangan osmosis sel, aktivitas saraf dan otot serta keseimbangan asam – basa.

 

Penyebab utama dari hipernatremi:

1.      Cedera kepala atau pembedahan saraf yang melibatkan kelenjar hipofisa

2.      Gangguan dari elektrolit lainnya (hiperkalsemia dan hipokalemia)

3.      Penggunaan obat (lithium, demeclocycline, diuretik)

4.      Kehilangan cairan yang berlebihan (diare, muntah, demam, keringat berlebihan)

5.      Penyakit sel sabit

6.      Diabetes insipidus.

Penyebab umum hipernatremia meliputi:

1. Hipovolemik

  • Kurangnya asupan air, biasanya pada pasien lanjut usia atau cacat yang tidak dapat mengambil air sebagai kehausan mereka menentukan. Ini adalah penyebab paling umum hipernatremia.
  • berlebihan kerugian air dari saluran kencing, yang mungkin disebabkan oleh glycosuria, atau diuretik osmotik lainnya.
  • Air kerugian yang terkait dengan berkeringat ekstrim.
  • diare berair Parah

2. Euvolemic
Ekskresi berlebihan o air dari ginjal yang disebabkan oleh diabetes insipidus, yang melibatkan baik produksi memadai dari vasopressin, hormon, dari kelenjar pituitari atau respon gangguan ginjal untuk vasopresin.
3. Hypervolemic

  • Pengambilan cairan hipertonik (cairan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi daripada sisa tubuh). Ini relatif jarang, walaupun bisa terjadi setelah resusitasi yang kuat di mana pasien menerima suatu volume besar dari larutan natrium bikarbonat terkonsentrasi. menelan air laut juga menyebabkan hipernatremia karena air laut adalah hipertonik.
  • karena keadaan penyakit seperti sindrom Conn atau Cushing’s Disease Mineralcorticoid kelebihan.

 

Berapa jumlah garam yang ideal untuk tubuh?
Seorang peneliti dari New York yang bernama Dr. Lewis K Dahl menginformasikan, bahwa tubuh idealnya butuh sekitar 2 gr atau ½ sendok teh garam per hari. Tapi, umumnya dalam kehidupan sehari-hari, kita justru mengkonsumsi garam yang mencapai 5 gr hingga 6 gw per hari atau bahkan lebih. Hal itu akan membuat ginjal bekerja keras untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar sistem tubuh tak kacau dan tubuh tidak terganggu akibat kelebihan sodium.
Dengan tanpa mengkonsumsi garam dapur tubuh seseorang tidak akan kekurangan sodium dan natrium, karena kita dapat memperoleh garam alami dari makanan lain seperti sayur-sayuran dan hasil laut.

 

2.6       Bahan Makanan yang Banyak Mengendung Natrium

Kelebihan natrium pada tubuh manusia dapat menyebabkan kelebihan cairan, sehingga elektrolit ini dapat menyebabkan peningkatan dari tekanan darah dikarenakan fungsi jantung yang bekerja keras dalam memompakan cairan yang banyak. Tentunya sudah tidak asing lagi mungkin beberapa dari Anda sudah pernah mendengar kalau bagi yang menderita hipertensi adalah dengan mengurangi jumlah garam pada makanan Anda karena fungsi dari natrium yang sudah dijelaskan diatas.
Selain dari garam ternyata natrium juga banyak terkandung dalam beberapa jenis makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari diantaranya adalah:

1. Minuman bersoda

Soda itu mengandung suatu natrium bikarbonat, tentunya bagi Anda yang memiliki hipertensi dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi soda dalam jumlah yang banyak apalagi terlalu sering.

2. Makanan kaleng

Makanan kaleng mengandung natrium benzoat sebagai pengawet agar makanan kaleng ini dapat bertahan dalam waktu yang lama.
3. Ikan asin

Sudah pasti dalam pengawetannya ikan asin ini menggunakan garam dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga dianjurkan untuk mengurangi bahkan menghindari ikan asin pada pasien yang menderita hipertensi.
4. Minuman elektrolit

Minuman berelekrolit atau minuman isotonik di buat sedemikian rupa kaya akan elektrolit terutama natrium supaya lebih mudah diserap oleh tubuh dan menggantikan cairan yang hilang. Bagi penderita hipertensi sebaiknya mengurangi minuman.

5. Daging asap & sosis

Minuman berelekrolit atau minuman isotonik di buat sedemikian rupa kaya akan elektrolit terutama natrium supaya lebih mudah diserap oleh tubuh dan menggantikan cairan yang hilang. Bagi penderita hipertensi sebaiknya mengurangi minuman jenis ini.
5. Daging asap & sosis

Penyedap rasa, kecap, saus tomat & sambal, bumbu perendam, dan bumbu-bumbu penyedap lainnya ternyata mengandung tinggi natrium, sebaiknya Anda mengurangi jumlah pemakaian bumbu-bumbu ini bagi penderita hipertensi dalam jumlah banyak.
7. Makanan instan: bubur & mie

Memang beras dan tepung gandum dalam bentuk alamiah mengandung rendah sekali natrium, namun bila sudah diproses dalam bentuk kemasan akan mengandung tinggi sekali natrium baik berasal dari zat pengawet dan juga bumbu-bumbu untuk rasanya.

Gejala

Gejala utama dari hipernatremia merupakan akibat dari kerusakan otak.

 

Hipernatremia yang berat dapat menyebabkan:

- kebingungan

- kejang otot

- kejang seluruh tubuh

- koma

- kematian.

 

Manifestasi klinis dari hipernatremia bisa halus, terdiri dari kelesuan, kelemahan, lekas marah, dan edema. Dengan peningkatan yang lebih berat dari tingkat natrium, kejang dan koma dapat terjadi.

Gejala berat biasanya karena elevasi akut konsentrasi natrium plasma di atas 158 mEq / L  (Normal biasanya sekitar 135-145 mEq / L [rujukan?]). Nilai di atas 180 mEq / L .Yang berhubungan dengan tingkat kematian tinggi, terutama pada orang dewasa. tingkat tinggi Namun seperti natrium jarang terjadi tanpa parah kondisi medis berdampingan.

 

Diagnosa

 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.

 

Pengobatan

 

Dasar pengobatan adalah pemberian air gratis untuk memperbaiki defisit air relatif. Air dapat diganti oral atau intravena. Air saja tidak dapat diberikan sebagai intravena (karena masalah osmolaririty) bukan dapat diberikan dengan tambahan dekstrosa atau salin larutan infus. Namun, koreksi yang terlalu cepat hipernatremia berpotensi sangat berbahaya. Tubuh (di otak khususnya) menyesuaikan dengan konsentrasi natrium yang lebih tinggi. Cepat menurunkan konsentrasi natrium

 

dengan air gratis, sekali adaptasi ini telah terjadi, menyebabkan air mengalir ke dalam sel otak dan menyebabkan mereka membengkak. Hal ini dapat mengakibatkan edema serebral, berpotensi mengakibatkan kejang, kerusakan otak permanen, atau kematian. Oleh karena itu, hipernatremia signifikan harus diperlakukan dengan hati-hati oleh dokter atau profesional medis lainnya dengan pengalaman dalam pengobatan ketidakseimbangan elektrolit.

 

Hipernatremia diobati dengan pemberian cairan. Pada semua kasus terutama kasus ringan, cairan diberikan secara intravena (melalui infus). Untuk membantu mengetahui apakah pembelian cairan telah mencukupi, dilakukan pemeriksaan darah setiap beberapa jam. Konsentrasi natrium darah diturunkan secara perlahan, karena perbaikan yang terlalu cepat bisa menyebabkan kerusakan otak yang menetap.

 

Pemeriksaan darah atau air kemih tambahan dilakukan untuk mengetahui penyebab tingginya konsentrasi natrium. Jika penyebabnya telah ditemukan, bisa diobati secara lebih spesifik. Misalnya untuk diabetes insipidus diberikan hormon antidiuretik (vasopresin).

 

2.7       Ilustrasi Kasus

Pria 76 tahun dengan penurunan kesadaran, selaput lendir kering, turgor kulit kurang, demam,takipnea dan tekanan darah 142/82 mmHg tanpa perubahan ortostatik. Kadar natrium serum 168 mmol per liter, dan berat badan 68 kg. Ditegakkan diagnosis hipernatremia yang disebabkan oleh deplesi air murni akibat kehilangan air insensible. Infus KAEN 4A ( Na+ 30, Cl- 30 mmol/L) direncanakan.

Tatalaksana koreksi Na+ dalam 24 jam untuk menurunkan sampai 158 mmol/L,

dengan harapan kesadaran membaik. Berapa jumlah dan laju pemberian KAEN 4A yang dibutuhkan?

 

 

 

 

Na+ cairan infus – Na+ serum

_______________________

Air tubuh + 1

30 – 168 =
60%BB+ 1

- 138 =
(60% x 68) + 1

-138 = -3.2
41.80

Artinya 1 L KAEN 4A akan menurunkan Na+ plasma sebanyak kira-kira 3.2 mmol/L.

Tujuan terapi adalah menurunklan kadar natrium serum sebesar kira-kira 10 mmol per liter dalam 24 jam.

Oleh karena itu, dibutuhkan 3 liter KAEN 4A ( 10 : 3.2). Dengan 1.5 liter ditambahkan untuk mengganti kebutuhan rumatan, total diberikan 4.5 liter dalam 24 jam berikutnya.

Catatan: hipernatremia selalu menunjukkan dehidrasi.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1       Kesimpulan

 

Natrium adalah salah satu elektrolit yang amat dibutuhkan tubuh untuk menjaga metabolisme tubuh. Salah satu fungsi elektrolit ini adalah untuk kontraksi dan pergerakan manusia, dan juga untuk menjaga cairan tubuh karena fungsi dari natrium ini yang dapat menarik air.

Kelebihan natrium pada tubuh manusia dapat menyebabkan kelebihan cairan, sehingga elektrolit ini dapat menyebabkan peningkatan dari tekanan darah dikarenakan fungsi jantung yang bekerja keras dalam memompakan cairan yang banyak.

Hipernatremia atau hypernatraemia adalah sebuah gangguan elektrolit yang didefinisikan oleh tingkat natrium tinggi dalam darah. Hipernatremia  ini umumnya tidak disebabkan oleh kelebihan natrium, melainkan dengan defisit relatif gratis air dalam tubuh. Pada hipernatremia, tubuh mengandung terlalu sedikit air dibandingkan dengan jumlah natrium. Konsentrasi natrium darah biasanya meningkat secara tidak normal jika kehilangan cairan melampaui kehilangan natrium, yang biasanya terjadi jika minum terlalu sedikit air.

3.2       Saran

Untuk menghindari kelebihan natrium (hypernatrium) hendaknya mengkonsumsi bahan makanan yang tidak terlalu tinggi kandungan natriumnya.  Karena hal itu akan membuat ginjal bekerja keras untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar sistem tubuh tak kacau dan tubuh tidak terganggu akibat kelebihan sodium. Dengan tanpa mengkonsumsi garam dapur tubuh seseorang tidak akan kekurangan sodium dan natrium, karena kita dapat memperoleh garam alami dari makanan lain seperti sayur-sayuran dan hasil laut.
Selain itu juga dengan banyak minum air agar tidak terjadi defisit cairan dalam tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Aiyagari V, Deibert E, Diringer MN.Hypernatremia in the neurologic intensive care unit: how high is too high? Journal of Critical Care (2006) 21, 163– 172

Adrogue, HJ; and Madias, NE. Primary Care: Hypernatremia. New England Journal of Medicine 2000; 342(20):1493-1499

Pizzaro D, posada G, levine, MM, hypernatremic diarrheal dehydration t reated with “ slow” (12 hour) oral rehydration therapy : a pleliminari report 1984.

Pizarro D, Posada G, Mahalanabis D, Sandi L., Comparison of efficacy of a Glucose/Glycine/Glycylglycine electrolyte solution versus the standard WHO/ORS in diarrheic dehydrated children, 1988

 

“HIGENE PENGOLAH MAKANAN RS”

Leave a comment

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah sanitasi makanan sangat penting, terutama ditempat-tempat umum yang erat kaitannya dengan pelayanan untuk orang banyak. Rumah sakit merupakan salah satu tempat umum yang memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dengan inti pelayana n medis. Agar dapat menunjang kegiatan pelayanan medis diperlukan tempat pengol ahan makanan yang kegiatannya berada di instalasi gizi rumah sakit. Untuk mendapatkan makanan yang bermanfaat dan tidak membahayakan bagi yang memakannya perlu adanya suatu usaha penyehatan makanan dan minuman, yaitu upaya pengendalian faktor yang memungkinkan terjadinya kontaminasi yang akan mempengaruhi pertumbuhan kuman dan bertambahnya bahan aditif pada makanan dan minuman yang berasal dari proses pengolahan makanan dan minuman yang disajikan di rumah sakit agar tidak menjadi mata rantai penularan penyakit dan gangguan kesehatan.

Dari hasil penelitian 64 % karyawan pengolahan makanan berpendidikan SD masih tingginya tingkat kontaminasi bakteri makanan yang disajikan di tempat pengolahan makanan (TPM), rendahnya kondisi sanitasi dapur dengan pendidikan penjamah SD. Kejadian luar biasa (KLB) diare masih tinggi 116.075 kasus dan keracunan makanan 31.919 kasus pada tahun 1995. Penjamah makanan memegang peranan penting dalam melindungi kesehatan penderita/ pasien di rumah sakit dari penyakit akibat kontaminasi makanan, untuk itu perlu diperhatikan  prinsip upaya sanitasi oleh penjamah makanan dan minuman di rumah sakit, yaitu :

1.      pengawasan bahan makanan

2.      penyimpanan bahan makanan

3.      pengolahan bahan makanan

4.      penyimpanan makanan matang

5.      penyajian makanan.

Fungsi utama rumah sakit (RS) adalah menyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan penyakit. Pengelolaan makanan RS, sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan di RS YANG mendukung upaya penyembuhan dan pemulihan penyakit melalui penyelenggaraan makanan yang higienis dan sehat. Prinsip-prinsip dasar sanitasi penyelenggaraan makanan di RS pada dasarnya tidak berbeda dengan tempat-tempat penyelenggaraan makanan lain, tetapi standar kebersihan dan higiene pelayanan makanannya lebih tinggi karena rentannya pasien yang masuk RS dan ancaman penyebaran kuman pathogen yang tinggi di lingkungan RS.

Makanan yang tidak dikelola dengan baik dan benar dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit dan keracunan akibat bahan kimia, mikroorganisme, tumbuhan atau hewan, serta dapat pula menimbulkan alergi. Terdapat 4 (empat) faktor yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit di RS melalui makanan, yakni :

1.      Perilaku yang tidak higienis

2.      adanya sumber penyakit menular

3.       adanya media (makanan, minuman)

4.      dan resipienal.

Dalam tulisan ini hanya di kemukakan satu sisi saja, yakni perilaku petugas dalam penyehatan makanan di RS, yang meliputi kebiasaan cuci tangan, kebersihan tangan, penggunaan pakaian pelindung, dan pembersihan peralatan masak. Seperti diketahui peran dan perilaku tenaga pengolah makanan sangat berpengatuh terhadap kualitas makanan, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara pengolahan makanan di Rumah Sakit ?

2. Apakah ada pengaruh hygene pengolah terhadap kejadian food borne disease di rumah sakit ?

3. Bagaimana syarat yang harus dipenuhi pengolah/penjamah ketika mengolah makanan?

C. Tujuan Penulisan

1) Untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan makanan di Rumah Sakit.

2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh hygene pengolah terhadap kejadian food borne disease di Rumah Sakit.

3) Untuk mengetahui syarat yang harus dipenuhi pengolah makanan.

BAB II

PEMBAHASAN

Prinsip-prinsip dasar sanitasi penyelenggaraan makanan di RS pada dasarnya tidak berbeda dengan tempat-tempat penyelenggaraan makanai lain, tetapi standar kebersihan dan higiene pelayanan makanannya lebih tinggi karena rentannya pasien yang masuk RS dan ancaman penyebaran kuman pathogen yang tinggi di lingkungan RS. Makanan yang tidak dikelola dengan baik dan benar dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit dan keracunan akibat bahan kimia, mikroorganisme, tumbuhan atau hewan, serta dapat pula menimbulkan alergi. Secara umum syarat standar yang harus dipenuhi oleh pengolah/penjamah makanan sebagai berikut:

1.      Kebiasaan mencuci tangan

Pencucian tangan petugas sebelum melakukan pekerjaan pengolahan makanan adalah mutlak dilaksanakan. Seperti diketahui tangan tidak pernah bebas dari berbagai macam kuman, baik yang berasal dari kontaminasi benda atau alat yang terkontaminasi, maupun yang tinggal secara menetap pada tangan. Pencucian tangan perlu dilakukan kembali setelah menggunakan kamar kecil ataupun setelah kontak dengan cairan tubuh ketika batuk atau bersin. Setelah makan, merokok, memegang daging mentah, membuang sampah atau memindahkan piring kotor. Penjamah makanan tidak boleh makan, minum atau merokok didalam area dimana terdapat makanan, peralatan, barang sekali pakai dan benda-benda lain yang tidak terkontaminasi.

2.      Kuku terpotong pendek, terawat baik, dan bersih

Mengingat RS merupakan tempat berkumpulnya segala macam penyakit, baik menular maupun tidak menular, maka bukan hal yang mustahil keadaan tersebut dapat mencemari makanan yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan, terutama pasien. Hasil penelitian Pudjarwotodi pelbagai RS di Jakarta menunjukkan beberapa jenis makanan di RS mengandung bakteri gram negatif E. coli, Staphylococcus,. Pseudomonas, Proteus, Klebsiella, dan jamur. Begitu pula air yang disajikan untuk pasien 37,5 % tidak memenuhi syarat sebagai air minum.

3.      Penggunaan tutup kepala

Penggunaan tutup kepala pada tenaga pengolah makanan dimaksudkan untuk mencegah jatuhnya rambut ke dalam makanan yang sedang diolah. Selain mencegah terkontamin asinya makanan oleh rambut, yang secara aestetika sering menunjukkan cara penanganan makanan yang kurang bersih, penggunaan tutup kepala juga dapat mencegah rambut dan kulit kepala petugas dari pengaruh buruk uap panas, uap lemak, dan tepung.

4.      Tidak memakai cincin, gelang dan jam tangan

Cincin di jari tangan dan jam tangan pada waktu melakukan pekerjaan pengolahan makanan harus dilepas. Penggunaan barang tersebut dapat mencemari makanan. Penggunaan cincin pada jari tangan petugas tingkat kebersihannya kurang terjamin mengingat kemungkinan tersimpan kotoran atau sisa makanan pada sela antara cincin dan jari tangan sehingga dapat mengkontaminasi makanan.

5.      Pembersihan Peralatan Masak/Makan

Dalam pencucian peralatan makan pasien seperti piring, gelas, dan sendok umumnya dipisah. Untuk penanganan peralatan makan bekas pasien penyakit menular dilakukan disinfeksi, dengan cara direbus atau dibilas dengan air panas, dan sisanya hanya dicuci dengan air biasa. Pencucian peralatan bekas makan menggunakan air panas dilakukan selain untuk mem bunuh bakteri, juga untuk membersihkan sisa-sisa makanan atau lemak yang menempel. Peralatan makanan bekas pasien sebaiknya dibersihkan di dapur ruang perawatan, sehingga tidak tercampur dengan peralatan makan dari bagian lainnya, sedangkan peralatan masak dibersihkan di dapur pusat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya infeksi atau penularan penyakit melalui peralatan makan yang sistem pencuciannya kurang memadai. Selain itu, Penyelenggara makanan yang menderita sakit, terutama penyakit menular sebaiknya tidak terjun langsung menangani makanan untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

Makanan yang sehat dan aman merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkat kan kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat apalagi terhadap pasien di rumah sakit yang sangat memerlukan perhatian khusus baik dari segi kualitas makanan secara bakteriologis ataupun fisik. Dalam peningkatan derajat hygenitas makanan dipengaruhi oleh tiga factor sebagai berikut :

1.      Pendidikan

Untuk menjalankan pengolahan makanan di instalasi gizi dengan pendidikan SLTP dan SLTA tentu sudah bisa, Oleh karena itu pengetahuannya perlu di tambah dengan memberikan kursus tentang higiene sanitasi. Hasil survei pendahuluan dari instalasi sanitasi lingkungan dan pertanaman RSUP Fatmawati, diketahui bahwa sebanyak 22 orang (64,7%) tenaga yang terlibat dalam pengolahan makanan di dapur mempunyai pengetahuan dan perilaku kurang tentang sanitasi makanan. Dalam pemeriksaan makanan di temukan E. Coli dan angka kuman dalam makanan sebesar 228*10/gr, sedangkan standar-nya 10 * 10 / gr. 8 Bakteri yang sering mencemari makanan dan minuman adalah E. Coli, Sapylocoecus, Pseudomonas sp, dan lain-lain. E. Coli merupakan indikator bahwa makanan tersebut telah tercemar kotoran manusia. Oleh karena itu, upaya higiene sanitasi makanan di rumah sakit harus dilaksanakan dengan baik sebagai upaya preventif agar kualitas makanan dan minuman yang dihasilkan memenuhi syarat kesehatan.

2.      Pengetahuan

Sebagai penjamah tidak diperlukan seorang sarjana. Penambahan pengetahuan bisa melalui kursus, pelatihan, penyegaran tentang sanitasi dan higiene perorangan, karena yang diperlukan adalah keterampilan. Untuk meningkatkan pengetahuan penjamah perlu dilakukan pelatihan, kursus dan penyegaran karena pengetahuan didapat melalui penginderaan terhadap suatu objek oleh indera rasa dan raba dan sebagian besar melalui mata dan telinga. Pengetahuan penjamah diikuti dengan pemilikan sertifikat. Dari hasil penelitian ini penjamah makanan di instalasi rumah sakit sudah mengetahui bagaimana seharusnya seorang tenaga penjamah makanan bekerja sesuai dengan Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di In donesia 1995.

3.      Perilaku

Seorang penjamah/pengolah makanan baik di Rumah sakit maupun tempat lain perlu untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Dari hasil observasi perilaku penjamah pada beberapa rumah sakit dapat dilihat bahwa seluruh tenaga penjamah makanan memakai penutup kepala, celemek dan tidak merokok, kuku penjamah semua pendek, tidak berbicara saat kerja, tenaga penjamah pria berambut pendek, semua penjamah makanan mencuci tangan tanpa memakai sabun.

Penyakit bawaan makanan atau keracunan makanan terjangkit kalau makan atau minum bahan tercemar. Hal ini sering dan ada sekitar 5,4 juta kejadian tiap tahun di Australia. Ada 3 penyebab utama yang bisa menyebabkan sakit dari makanan: kuman, virus dan racun dalam makanan baik yang alamiah maupun dicampurkan. Virus adalah mikroorganisme yang tidak tumbuh dalam makanan yang sebelumnya tidak banyak dihubungkan dengan kasus-kasus keracunan pangan. Tetapi dalam dua dasawarsa terakhir, Norovirus (dulu dikenal sebagai Norwalk-like virus) telah menyebabkan paling banyak keracunan pangan dan bahkan menjadi penyebab 50% dari keracunan pangan di Amerika Serikat. Norovirus merupakan contoh kelompok virus berbentuk bulat kecil yang belum dikla sifikasikan, yang mungkin berkerabat dengan jenis-jenis calicivirus. Famili ini terdiri dari beberapa kelompok virus yang berbeda secara serologis, dan diberi nama menurut tempat di mana kasus terjadi.

Di Amerika Serikat, Norovirus dan Mont gomery County secara serologis berkerabat, namun berbeda dari virus-virus Hawaii dan Snow Mountain. Virus-virus Taunton, Moorcroft, Barnett, dan Amulree diident ifikasi di Inggris sedangkan virus-virus Sapporo and Otofuke di Jepang. Strain-s train lain juga telah diidentifikasi dari negara-negara yang berbeda. Hubungan k ekerabatan mereka secara serologis masih perlu diteliti. Gastroenteritis Norovirus ditularkan melalui jalur faecal-oral melalui air dan makanan yang terkontaminasi. Kerang dan bahan-bahan salad merupakan makanan yang paling sering terlibat dalam kasus-kasus Norovirus. Konsumsi kerang mentah atau yang kurang matang dan tiram menimbulkan resiko tinggi terinfeksi oleh virus Norwalk. Makanan selain kerang, terkontaminasi oleh orang yang menangani makanan te rsebut.

Oleh karena itu diperlukan sanitasi yang baik dari penjamah makanan untuk pengolahan makanan. Selain itu pengelolaan makanan hingga sampai ke pasien juga perlu diperhatikan. Hal ini mengingat Rumah sakit merupakan tempat yang cukup luas, Sehingga distribusi makanan dari dapur hingga sampai ke pasien perlu juga mendapat perhatian karena memungkinkan terkontaminasinya makanan pada saat pendistrubusian tersebut. Suatu penelitian mengukur kepuasan pasien dan membandingkan dua sistem penyampaian; piring dan troli. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar metode troli distribusi makanan memungkin kan semua makanan memiliki tekstur yang lebih baik, dan untuk beberapa makanan ( kentang rebus, ikan dan daging sapi cincang) bersuhu, dan makanan lain (brokoli, wortel, dan ikan)berbumbu akan lebih terjaga daripada sistem piring pengiriman.

BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Perhatian tenaga pengolah makanan (TPM) terhadap aspek sanitasi dan sikapnya dalam penanganan makanan merupakan hal yang sangat penting dalam berperilaku saniter. Perilaku petugas pengolah makanan di RS, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas makanan yang dikelola. Secara umum syarat standar yang harus dipenuhi oleh pengolah/penjamah makanan sebagai berikut:

a.       Kebiasaan mencuci tangan

b.      Kuku terpotong pendek, terawat baik, dan bersih

c.       Penggunaan tutup kepala

d.      Tidak memakai cincin, gelang dan jam tangan

e.       Pembersihan Peralatan Masak/Makan

Dalam peningkatan derajat hygenitas makanan dipengaruhi oleh tiga factor  sebagai berikut :

a.       Pendidikan

b.      Pengetahuan

c.       Perilaku

d.      Penyakit bawaan makanan atau keracunan makanan terjangkit kalau makan atau minum bahan tercemar.

Virus adalah mikroorganisme yang tidak tumbuh dalam makanan yang sebelumnya tidak banyak dihubungkan dengan kasus-kasus keracunan pangan. Tetapi dalam dua dasawarsa terakhir, Norovirus (dulu dikenal sebagai Norwalk-like vir us) telah menyebabkan paling banyak keracunan pangan dan bahkan menjadi penyebab 50% dari keracunan pangan di Amerika Serikat. Gastroenteritis Norovirus ditularkan melalui jalur faecal-oral melalui air dan makanan yang terkontaminasi. Kerang dan bahan-bahan salad merupakan makanan yang paling sering terlibat dalam kasus-kasus Norovirus. Konsumsi kerang mentah atau yang kurang matang dan tiram menimbulkan resiko tinggi terinfeksi oleh virus Norwalk. Makanan selain kerang, terkontaminasi oleh orang yang menangani makanan tersebut. Oleh karena itu diperlukan sanitasi yang baik dari penjamah makanan untuk pengolahan makanan.

B.     SARAN

1.      Tingkatkan pengetahuan tenaga penjamah makanan tentang sanitasi makanan dan higiene perorangan melalui kursus maupun penyuluhan.

2.      Tingkatkan pengawasan terhadap perilaku penjamah dengan cara memasang poster yang berisi peringatan tentang perilaku yang harus dihindari saat kerja / melakukan pengolahan makanan.

3.      Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas makanan, tenaga penjamah dan alat.

Facebook sebagai media komunikasi yang sedang marak saat ini.

Leave a comment

 

 

 

Adanya perkembangan teknologi memunculkan adanya komunikasi menggunakan media, seperti internet. Internet merupakan media baru, yang sekarang ini lebih dipilih oleh masyarakat untuk melakukan komunikasi, seperti memberi informasi, menjalin hubungan persahabatan atau pertemanan(facebook,twitter,plurk dan lain-lain). Komunikasi tatap muka mulai ditinggalkan karena masyarakat lebih melihat pada kekurangan komunikasi tatap muka yaitu membutuhkan ruang dan waktu yang sama agar dapat melakukan komunikasi secara langsung.

Facebook merupakan salah satu jaringan social pertemanan di internet yang sedang marak melanda masyarakat Indonesia. Melalui jejaring pertemanan social ini , banyak masyarakat yang melakukan berbagai macam hal baik dilihat dari sisi positif dan negative. Adapun salah satu sisi positifnya yaitu kita bisa memiliki banyak teman walaupun di dunia maya, mendapat berbagai informasi yang disiarkan oleh teman, dapat bertemu dengan teman lama dan bertemu dengan orang yang tak di kenal sama sekali. Sedangkan sisi negatifnya yaitu facebook sering kali di salah gunakan misalnya mengajak bertemu teman lawan komunikasinya kemudian di culik, melakukan penipuan dengan motif berbisnis, dan lain-lain.

Kepribadian Menggunakan Facebook sebagai media Komunikasi

Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu dapat kita ketahui. Dan melalui pembelajaran tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.

Kepribadian seorang individu jelas berbeda ketika kita melihat sikap orang tersebut ketika menggunakan facebook untuk berbagai hal termasuk komunikasi. Komunikasi yang dilakukan yaitu komunikasi tanpa tatap muka.

 

Ø  Berikut beberapa perbedaan komunikasi tatap muka dengan komunikasi bermedia :

-          Penggunaan internet facebook sebagai medium untuk berkomunikasi menuntut penggunanya memiliki pengetahuan cara menggunakan software komputer secara umum dan software aplikasi internet secara khusus. Disini berarti terdapat penggunaan dan pengembangan kognitif dari pengguna internet. Sedangkan komunikasi tatap muka tidak menuntut perkembangan kognisi pada penggunanya untuk dapat melakukan komunikasi tatap muka.

-          Komunikasi dalam facebook memiliki konteks komunikasi massa tetapi juga membentuk komunikasi personal dalam jumlah banyak. Konteks komunikasi personal dalam jumlah banyak disini memiliki arti bahwa pengguna internet dalam melakukan komunikasi berhadapan dengan pengguna lain dalam jumlah banyak yang masing-masing berperan sebagai komunikator dan komunikan. Sedangkan dalam komunikasi tatap muka, komunikan hanya dapat melakukan komunikasi berhadapan dengan beberapa orang. Topik yang diperbincangkan pun terbatas.

-          Dalam facebook pengiriman pesan menggunakan berbagai bentuk seperti teks, grafis, video dan suara. Sedangkan dalam komunikasi tatap muka, pengiriman pesan dalam bentuk suara langsung.

 

Ø  Komunikasi bermedia memiliki kelebihan dan kekurangannya

v  Kelebihan komunikasi bermedia :

ü  Dapat melakukan komunikasi interpersonal dengan banyak komunikan dalam waktu yang hampir bersamaan.

ü  Pengiriman pesan menggunakan berbagai bentuk seperti teks, grafis, video dan suara.

ü  Memberikan rasa nyaman karena tidak harus bertemu langsung dengan orang yang diajak berbicara.

ü  Komunikan dan komunikator tidak terbatas, dalam arti seseorang dapat menjalin pertemanan atau bahkan persahabatan dengan seseorang atau beberapa orang yang berada jauh secara geografis.

ü  Dapat menyebarkan informasi dengan relatif cepat, dengan publik yang tidak dikenal sekalipun.

 

v  Kekurangan komunikasi bermedia :

ü  Harus memiliki media yang ingin digunakan.

ü  Harus memiliki pengetahuan untuk menggunakan media yang ingin digunakan.

ü  Terdapat hambatan seperti disconnection atau tidak dapat tersambungnya jaringan internet karena gangguan.

ü  Bersifat tidak tetap dan sesaat serta fleksibel artinya secara mudah dapat berinterkasi dengan komunikan lain pada waktu tertentu, kemudian pada lain waktu tidak pernah berhubungan lagi.

ü  Ketidaktepatan waktu dalam menyampaikan pesan oleh komunikator dapat menghambat penyampaian pesan kepada komunikan.

ü  Dapat menimbulkan kesalahan persepsi atau kesalahpahaman antara komunikan dan komunikator karena saling tidak dapat melihat.

 

Penilaian saya terhadap komunikasi bermedia :

 

Menurut saya, komunikasi media memberikan keuntungan dan kerugian bagi penggunanya. Beberapa keuntungannya antara lain :

-          dapat menjalin hubungan pertemanan bahkan hubungan yang lebih dalam/jauh yang diawali dengan proses perkenalan

-          mengurangi rasa tidak nyaman untuk berbicara dengan orang yang belum dikenal

-          meningkatkan kepercayaan diri dalam mengekspresikan apa yang dirasakan dan lainnnya.

Beberapa kerugiannya, antara lain :

-munculnya kepribadian yang berbeda antara kepribadian dengan menggunakan komunikasi media dengan kepribadian yang menggunakan komunikasi tatap muka

-ketidakpastian tentang siapa lawan bicara dan belum tentu data identitas teman komunikasinya benar, dan lainnya.

-Sering kali adanya penipuan dengan cara melakukan bisnis dengan menjanjikan untung yang sebesar-besarnya

 

Dengan beberapa keuntungan dan kerugian yang dibawa oleh komunikasi media, saya harap para pengguna komunikasi media(facebook) dapat menyadari dan memahami keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan oleh komunikasi bermedia, sehingga dengan menyadari dan memahami hal tersebut, para pengguna dapat memilih untuk menggunakan komunikasi media atau tidak dan dapat mengantipasi kerugian yang kemungkinan akan dihadapi.

 

Refrensi :

(http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_media)

“13 PESAN GIZI SEIMBANG”

2 Comments

1. Makanlah beraneka ragam makanan

2. Makanlah makanan yang memenuhi kecukupan energi

3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi

5. Gunakan garam beryodium
6. Makanlah makanan sumber zat besi

7. Berikan ASI saja kepada bayi  sampai umur 4 bulan

8. Biasakan makan pagi

9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya

10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur

11. Hindari minum minuman beralkohol

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan

13. Bacalah label pada makanan yang dikemas

UJIAN

Leave a comment

hmmmm,,,,,

ujian yang sangadt menengangkan,,,

semua brlomba-lomba bljr utk dapt nila trtnggi,,,

ujian kuliner n IBM yang sangadt sulit,,

tapiiiii semua alhamdulillah bisa terlewati,,

trima kasih ya Allah,,

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: